5 Komitmen Muslim Terhadap Islam

Setiap muslim, tentunya menyadari bahwa dirinya adalah makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa ta’ala yang melekat pada dirinya beberapa tanggung jawab serta konsekuensi sebagai akibat persaksiannya bahwa tidak ada Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya kecuali Allah, dan Nabi Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasalllam adalah hamba Allah sekaligus sebagai Rasul utusan-Nya.

Ada beberapa komitmen atau keterikatan diri setiap muslim kepada Islam, di antaranya:

Mengimani Islam

Setiap orang Islam, baik laki-laki maupun prempuan, wajib mengimani (meyakini) Islam sebagai agama yang sempurna dan kebenarannya adalah mutlak sebagai sebuah sistem hidup. Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi Allah Subhanahu wa ta’ala dan paling sempurna, karena tidak hanya mengatur masalah pribadi, namun juga masalah sosial kemasyarakatan, tidak hanya mengatur masalah akhirat, namun juga masalah keduniawian.

Islam adalah sebuh agama yang memiliki kebulatan ajaran yang universal dan eternal, yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, mengatur hubungan manusia dengan sesamanya, dan mengatur hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Seorang muslim yang telah mengimani Islam dengan keyakinan yang utuh tanpa dihinggapi keraguan, maka mereka akan istiqomah dengan keyakinan itu dan akan memeliharanya sepanjang kehidupan mereka di dunia.

Mengilmui Islam

Setiap orang Islam, baik laki-laki maupun prempuan, wajib memperluas dan memperdalam cakrawala pengetahuan dan pemahamannya terhadap Islam dari seluruh aspeknya sesuai dengan kemampuannya secara terus menerus sepanjang hayat.

Mengamalkan Islam

Setiap muslim yang telah memiliki keyakinan dan pemahaman terhadap Islam, maka ia wajib mengamalkan seluruh keyakinan dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dalam bentuk amal perbuatannya sehari-hari. Dengan sekuat tenaga ia akan meningggalkan segala perbuatan yang dilarang Allah Subhanahu wa ta’ala dan sejalan dengan kemampuannya dalam melaksanakan segala perintah Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya. Ia akan berusaha merealisasikan nilai-nilai Islam dalam dirinya, keluarganya, lingkungan masyarakatnya, maupun dalam skala yang lebih luas lagi.

Mendakwahkan Islam

Setiap muslim wajib mendakwahkan nilai-nilai Islam sesuai kemampuan dan kesanggupan yang dimilikinya masing-masing. Berdakwah, dalam arti menyeru orang lain untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan kemungkaran, bukanlah monopoli segelintir orang, namun ia menjadi salah satu komitmen setiap muslim kepada Islam. Bukankah Nabi Shallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan, “sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat”.

Sabar dalam ber-Islam

Untuk menjadi seorang muslim yang memiliki komitmen kuat terhadap Islam, tentunya akan mengahadapi banyak tantangan dan rintangan. Setiap muslim yang sholih, tentunya akan memiliki kesabaran dalam mengimani, mengilmui, mengamalkan, dan mendakwahkan Islam, dengan segala resiko dan konsekuensi yang akan dihadapainya. Tantangan dan rintangan yang dihadapinya, bisa berasal dari dirinya sendiri maupun dari faktor di luar dirinya (eksternal).

Inilah 5 komitmen muslim terhadap Islam. Semoga kita semua dapat menjadi seorang muslim yang benar-benar meyakini Islam sebagai satu-satunya pedoman hidup dari Allah Subhanahu wa ta’ala, seraya terus mempelajari Islam sampai akhir hayat kita, seiring dengan mengamalkan segala perintah Allah Subhanau wa ta’ala sesuai kemampuan yang kita miliki dan meninggalkan segala larangan Allah sekuat tenaga. Kemudian itu semua kita sempurnakan dengan aktifitas dakwah dalam menyebar kebaikan kepada seluruh ummat manusia diiringi dengan kesabaran yang kuat dalam menjalankannya.

Cukuplah Allah sebagai pelindung dan penolong buat kita semua, semoga Dia selalu membimbing kita untuk senantiasa berada di jalan yang lurus, jalan yang diridhoi-Nya. Amiin ya robbal ‘alamiin.***

Sumber:

https://terbitkanbukugratis.id/ropiyadi-alba/12/2020/5-komitmen-muslim-terhadap-islam/

Related Posts

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Menurut Ajaran Islam

Bagi yang belum terlalu paham mengenai siapa itu anak yatim? Jadi, anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya saat masih kecil atau belum memasuki usia baligh. Anak…

Al-Akhlaq, 10 Perilaku Ruhani Sufi Raih Rida Ilahi

Jakarta (Kemenag) — Setelah tahapan Al-Bidayah, Al-Abwab, dan Al-Mu’amalat, persinggahan tangga ruhani keempat bagi para kaum sufi dalam meraih rida Ilahi yang dirumuskan Syekh Abdurrauf al-Sinkili dalam Tanbih…